Sumber gambar: UX Collective, Why Is Spotify Wrapped So Popular? 

 

Halo Sobat Data! 

Selamat datang di sesi #KokBisa, tempat kita mengungkap bagaimana data dan teknologi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sering kali tanpa kita sadari. Di sini, kita juga akan mengeksplorasi berbagai fakta menarik di balik teknologi yang sering kita gunakan. Jadi, jangan lewatkan dan simak hingga akhir ya! 

Menjelang akhir tahun, media sosial biasanya dipenuhi unggahan Spotify Wrapped. Ada yang membagikan lagu favorit, artis yang paling sering didengar, genre teratas, hingga total menit mendengarkan musik selama setahun. Tidak sedikit juga yang merasa hasilnya sangat akurat, bahkan terkadang terasa lebih memahami kebiasaan mendengarkan musik kita dibandingkan diri kita sendiri. 

Lalu muncul pertanyaan menarik: #KokBisa Spotify Wrapped tahu lagu favorit kita selama setahun? 

Jawabannya ada pada data yang kita hasilkan setiap kali menggunakan Spotify. Saat Sobat Data memutar lagu, menyimpan lagu ke playlist, mengikuti artis, atau mendengarkan album tertentu berulang kali, sistem akan mencatat aktivitas tersebut. Setiap interaksi yang dilakukan pengguna menjadi bagian dari data yang dapat dianalisis. 

Spotify tidak menebak-nebak lagu favorit penggunanya. Sebaliknya, platform ini mengumpulkan informasi dari kebiasaan mendengarkan musik sepanjang tahun. Misalnya, lagu apa yang paling sering diputar, artis mana yang paling banyak didengar, genre yang paling sering muncul, hingga berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mendengarkan musik. 

Setelah data terkumpul, sistem mulai mengolahnya menjadi informasi yang lebih bermakna. Lagu yang paling sering diputar dapat dihitung, artis favorit dapat diurutkan, dan genre yang paling dominan dapat dikelompokkan. Dari ribuan aktivitas yang mungkin dilakukan pengguna selama setahun, sistem dapat menemukan pola yang menggambarkan kebiasaan mendengarkan musik mereka. 

Di sinilah Data Science berperan. Melalui proses analisis data, sistem dapat mengubah kumpulan data yang besar menjadi informasi yang mudah dipahami. Menariknya, setiap pengguna akan mendapatkan hasil Wrapped yang berbeda. Hal ini karena sistem menganalisis kebiasaan masing-masing pengguna secara individual. Dua orang yang sama-sama mendengarkan artis yang sama bisa saja memperoleh hasil yang berbeda karena frekuensi, durasi, dan pola mendengarkan mereka tidak sama. 

Yang membuat Spotify Wrapped semakin menarik adalah cara penyajiannya. Hasil analisis data tidak ditampilkan dalam bentuk tabel atau angka yang rumit, melainkan dalam visual yang menarik, ringkasan yang personal, dan cerita singkat yang mudah dipahami. Karena itu, banyak pengguna merasa Spotify Wrapped seperti rangkuman perjalanan musik mereka selama satu tahun. 

Teknologi ini juga tidak hanya digunakan saat Wrapped dirilis. Sepanjang tahun, data yang terkumpul dimanfaatkan untuk memberikan rekomendasi lagu, menyusun playlist seperti Discover Weekly dan Daily Mix, serta merekomendasikan artis baru yang mungkin sesuai dengan selera pengguna. Dengan memahami pola dari data yang ada, sistem dapat memperkirakan jenis musik yang kemungkinan akan disukai oleh setiap pengguna. 

Tentu saja, hasilnya tidak selalu sempurna. Ada kalanya sebuah lagu masuk daftar teratas karena sering diputar saat belajar, bekerja, atau bahkan diputar oleh orang lain yang menggunakan akun yang sama. Namun secara umum, data yang terkumpul cukup kuat untuk menggambarkan kebiasaan mendengarkan musik seseorang. 

Menarik sekali bukan, Sobat Data? 

Ternyata, daftar lagu favorit yang muncul setiap akhir tahun bukanlah hasil tebakan. Semua informasi tersebut berasal dari data yang dikumpulkan dan dianalisis sepanjang tahun. Inilah salah satu contoh nyata bagaimana Data Science membantu mengubah data menjadi informasi yang menarik, bermanfaat, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Jika kamu tertarik mempelajari bagaimana data digunakan untuk memahami perilaku pengguna dan membangun teknologi digital seperti ini, kamu bisa mendalaminya lebih lanjut di Program Studi Sains Data Telkom University Surabaya. 

Sampai jumpa di sesi #KokBisa berikutnya, dengan topik menarik lainnya seputar data dan teknologi. Mari kita terus bermain dengan data dan memanfaatkan potensi teknologi untuk memenangkan era digital ini! 

Playing with Data, Winning the Era. 

More info: 

Website: https://bds-sby.telkomuniversity.ac.id/  

Instagram: https://www.instagram.com/ds.telkomsurabaya/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link