
Halo Sobat Data!
Selamat datang di sesi #KokBisa, tempat kita mengungkap bagaimana data diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sering kali tanpa kita sadari. Di sini, kita juga akan mengeksplorasi fakta-fakta menarik dan informasi seru lainnya. Jangan lewatkan dan simak hingga akhir ya!

Souece : Tribun News
Sobat Data, pernah nggak sih kalian penasaran, kenapa jadwal imsak dan buka puasa bisa tepat sampai menitnya, bahkan di seluruh Indonesia? Ternyata, ini bukan cuma soal kebiasaan, tapi ada perhitungan astronomi dan data yang rumit di baliknya.
Setiap hari, para ahli mengumpulkan data posisi matahari, bulan, dan horizon dari berbagai titik di langit. Dari situ mereka menentukan kapan fajar mulai menyingsing dan kapan matahari tepat di barat. Bayangin, kalau satu detik saja salah, jadwal imsak bisa meleset! Nah, faktor seperti garis lintang, bujur, dan ketinggian tempat juga ikut diperhitungkan, karena posisi matahari terlihat berbeda tergantung lokasi.
Sekarang, teknologi digital membuat jadwal ini bisa disesuaikan secara real-time dengan lokasi kita. Aplikasi dan website Ramadhan menggunakan algoritma yang terus diperbarui untuk memastikan setiap kota mendapatkan waktu yang tepat. Bahkan, kondisi atmosfer, seperti awan atau polusi, juga diperhitungkan supaya perhitungan lebih akurat.
Menariknya, data ini nggak cuma berguna buat kita yang sedang berpuasa. Pemerintah, masjid, dan aplikasi digital mengandalkan informasi ini untuk menentukan jadwal sahur, berbuka, hingga waktu shalat. Dengan begitu, kegiatan Ramadhan bisa berjalan lancar dan tepat waktu, tanpa kebingungan soal jam.
Yang bikin semakin seru, semua proses ini mirip seperti “sains data” di kehidupan sehari-hari. Para ahli belajar dari data masa lalu, membandingkan pola posisi matahari, dan memprediksi dengan tepat kapan momen fajar dan maghrib akan terjadi. Jadi, jadwal imsak dan buka puasa yang terlihat sederhana itu sebenarnya adalah hasil kerja keras, teknologi, dan sains yang terintegrasi.
Keren kan, Sobat Data? Siapa sangka, di balik setiap jadwal buka puasa yang kita lihat ada perpaduan antara astronomi, sains data, dan teknologi. Yuk, terus belajar dan gali dunia sains data. Siapa tahu suatu hari nanti, kamulah yang membuat aplikasi Ramadhan super cerdas berikutnya, yang bisa bantu jutaan orang berpuasa dengan lebih nyaman dan tepat waktu!
Sampai jumpa di sesi #KokBisa berikutnya, dengan topik menarik lainnya seputar data dan teknologi. Mari kita terus bermain dengan data dan memanfaatkan potensi teknologi untuk memenangkan era digital ini dan bergabung menjadi bagian dari Sains Data Telkom University Surabaya! 🌟
Playing with Data, Winning the Era.
More info :
-Website : https://bds-sby.telkomuniversity.ac.id/
-Instagram : https://www.instagram.com/ds.telkomsurabaya/