Halo Sobat Data!  

Selamat datang di #KuliahData! Di sesi ini, Sobat Data akan diajak untuk mengenali berbagai mata kuliah yang ada di Data Science Telkom University Surabaya. Mulai dari pengenalan pemograman, analisis data, dan keterampilan lain yang akan mendukung Sobat Data dalam proses belajar di Data Science Telkom University Surabaya. 

Tidak seperti biasanya, pada #KuliahData kali ini, Sobat Data akan diajak mengenal bahwa Sains Data bukan hanya sekadar coding, tetapi banyak hal yang akan dipelajari baik dalam perkuliahan maupun di dunia kerja. 

Source : https://www.naukri.com/campus/career-guidance/what-is-data-science  

Banyak orang mengira bahwa mahasiswa Sains Data harus jago coding. Bahkan, sebagian langsung membayangkan hari-hari dihabiskan di depan layar, mengetik ribuan baris kode seperti tokoh film hacker. 

Padahal kenyataannya, Sains Data bukan hanya tentang ngoding. 
Faktanya, banyak peran penting dalam bidang ini justru lebih menekankan pada kemampuan berpikir logis, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik. 

Contohnya bisa kita lihat dari persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari yaitu kemacetan lalu lintas. Setiap pagi dan sore, ribuan kendaraan menumpuk di titik-titik tertentu, dan seringkali penyebabnya bukan hanya volume kendaraan, tapi juga pola yang tidak terbaca dengan baik seperti jadwal sekolah, lokasi pasar, atau perubahan cuaca. Di sinilah peran Sains Data jadi sangat vital. Salah satu penyelesaian kemacetan dengan Sains Data sudah pernah dibahas sebelumnya dan bisa di cek pada link berikut :  
https://bds-sby.telkomuniversity.ac.id/kokbisa-sains-data-diimplementasikan-pada-pengaturan-lalu-lintas/  

Data scientist yang bekerja di bidang transportasi akan mulai dari pertanyaan sederhana “kenapa ruas jalan A selalu macet di jam 7 pagi? Apakah volume kendaraan memang meningkat? Bagaimana pola kemacetan berubah di hari kerja dan akhir pekan? Apakah ada hubungan antara kemacetan dan penempatan halte bus atau lampu lalu lintas yang terlalu lama?”. 

Untuk menjawab itu semua, mereka tidak langsung membuka Python dan mulai ngoding. Justru, yang pertama dilakukan adalah mengolah rasa ingin tahu menjadi pertanyaan riset yang tajam, lalu mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti CCTV lalu lintas, GPS kendaraan, sensor jalan, atau bahkan laporan warga. Setelah itu barulah analisis dilakukan, dan bisa jadi menggunakan tools sederhana seperti Excel, visualisasi dengan Tableau, atau machine learning kalau dibutuhkan. 

Nah, setelah ketemu insight-nya, tantangan selanjutnya adalah bagimana cara menyampaikan hasil itu ke pihak yang akan membuat keputusan baik pada dinas perhubungan, pengelola kota, atau bahkan pengembang aplikasi navigasi. Artinya, kamu harus bisa menjelaskan data yang rumit dalam bahasa yang sederhana, dan meyakinkan orang lain bahwa insight yang kamu temukan layak dijadikan dasar kebijakan. Di sinilah soft skill seperti komunikasi, storytelling, dan pemahaman konteks jadi sangat penting. 

Makanya, jurusan Sains Data cocok bukan hanya buat kamu yang suka komputer, tapi juga buat yang suka mikir, suka ngobrolin logika di balik kejadian sehari-hari, dan senang mencari tahu alasan di balik sebuah masalah. 

Jadi, buat kamu yang tertarik ikut bantu atasi masalah kemacetan  dan pengen belajar cara kerja kota yang lebih cerdas lewat data, yuk kenalan lebih dekat sama dunia Sains Data. Karena kadang solusi paling efektif itu tidak selalu datang dari baris kode tapi dari cara kita membaca dan memahami cerita di balik data. 

Sampai jumpa di #KuliahData selanjutnya! Teruslah termotivasi dan jangan berhenti mengejar mimpi-mimpimu! 🚀📊 

Yuk segera daftarkan diri kamu di Data Science Telkom University Surabaya dan wujudkan impianmu! 

Playing with Data, Winning the Era. 

More info :  

-Website : https://bds-sby.telkomuniversity.ac.id/ 

-Instagram : https://www.instagram.com/ds.telkomsurabaya/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link