
Halo, Sobat Data!
Selamat datang kembali di #DataDiaries ✨
Pada edisi kali ini, Sobat Data akan diajak mengikuti keseruan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Sains Data Telkom University Surabaya. Yuk, simak ceritanya!
Perubahan iklim dan kualitas udara menjadi isu penting yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Telkom University Kampus Surabaya melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa menghadirkan inovasi teknologi yang berfokus pada pemantauan lingkungan dan aksi iklim berkelanjutan. Inisiatif ini diwujudkan melalui pengembangan aplikasi My-AirData sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 13 tentang Aksi Iklim, dosen dan mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak dan Sains Data Telkom University Kampus Surabaya berhasil mengembangkan aplikasi My-AirData. Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memantau kualitas udara sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim, khususnya di wilayah Tandes, Surabaya.
My-AirData merupakan aplikasi berbasis mobile dan web yang menyediakan informasi kualitas udara secara komprehensif. Pengembangan aplikasi ini dilakukan dalam rangka program #AyoBerAKSI2025 yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia dan dilaksanakan pada Rabu, 12 November 2025, bertempat di Balai RW 11 Kelurahan Manukan Kulon, Surabaya. Kegiatan peluncuran dihadiri oleh warga setempat serta perwakilan pemerintah kelurahan yang memberikan apresiasi atas solusi teknologi yang dinilai relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pengembangan My-AirData melibatkan tim dosen lintas program studi, yaitu Regita Putri Permata, S.Si., M.Stat. dan Rifdatun Ni’mah, M.Si. dari Program Studi Sains Data, serta Arni Muarifah Amri, S.T., M.T. dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak, bersama tim mahasiswa dari berbagai program studi. Aplikasi ini mengintegrasikan data kualitas udara secara real-time yang berasal dari sensor lingkungan, analisis citra satelit, serta model prediksi berbasis kecerdasan buatan untuk menghasilkan informasi akurat terkait Indeks Kualitas Udara, konsentrasi PM2.5, CO₂, dan indikator polusi lainnya.
Tidak hanya menampilkan data, My-AirData juga dilengkapi dengan fitur visualisasi interaktif, sistem peringatan dini terkait risiko kesehatan, serta modul edukasi berbasis studi kasus yang disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Pendekatan ini bertujuan agar informasi lingkungan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Ketua program pengembangan menyampaikan bahwa aplikasi ini dirancang agar teknologi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas, mulai dari ibu rumah tangga, tenaga pendidik, hingga aparat lingkungan. Oleh karena itu, My-AirData dikembangkan dengan prinsip inklusi digital dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Dari sisi desain, aplikasi ini mengedepankan pendekatan user-centered design dengan antarmuka yang sederhana dan komunikatif. Selain membantu warga dalam memantau kualitas udara demi menjaga kesehatan keluarga, data yang dihasilkan My-AirData juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, seperti pengelolaan lalu lintas atau program penghijauan di wilayah dengan tingkat polusi tinggi.
Tim pengembang juga menerapkan metode Scrum dan User-Centered Design dalam proses pengembangan sistem. Setiap tahapan dilakukan secara iteratif dengan melibatkan masukan langsung dari warga agar solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan.
Saat ini, aplikasi My-AirData telah resmi dirilis dan dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store serta diakses melalui situs web resminya. Berbagai fitur seperti laporan kualitas udara harian, peta sebaran polusi, hingga kuis edukasi terkait isu iklim telah diuji coba dan memperoleh respons positif dari warga, komunitas lingkungan, serta tenaga pendidik di sekitar wilayah Tandes.
Pemerintah Kelurahan Manukan Kulon menyambut baik kehadiran My-AirData dan berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih luas. Aplikasi ini dinilai memiliki potensi untuk menjadi model kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain, baik di tingkat kota maupun provinsi.
Program #AyoBerAKSI2025 tidak hanya menghasilkan produk teknologi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan di kalangan mahasiswa dan dosen. Dengan dukungan sistem monitoring dan evaluasi dari Telkom Indonesia, program ini dirancang agar memiliki dampak jangka panjang melalui pelibatan warga sebagai penjaga data lingkungan serta integrasi proyek ke dalam proses pembelajaran di kampus.
Melalui pengembangan My-AirData, Telkom University Kampus Surabaya menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Inovasi ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kemajuan akademik, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Diharapkan, My-AirData dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih luas dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Playing with Data, Winning the Era.
More info:
Website: bds-sby.telkomuniversity.ac.id
Instagram: ds.telkomsurabaya